Senin, 18 Januari 2010

_kOtaK rOck bAnd_

Kotak adalah satu-satunya band yang mengusung jenis musik modern rock dan bernuansa sedikit 'dark'. Dengan menampilkan sound distorsi yang gahar ala band-band nu metal atau modern rock namun juga dengan teknik solo gitar yang keren.


KOTAK
Asal :
Jakarta, Indonesia
Tahun aktif :
2004 - sekarang
Aliran :
Rock
Label :
Warner Music Indonesia
Manajemen
Personil :
Tantri (vokalis)
Chua (bass)
Cella (gitar)
Posan (drum)
Mantan personil :
Pare (vokalis)
Ices (bass)

Sejarah Kotak

Kotak terbentuk tanggal 27 September 2004 dalam acara The Dream Band. Kotak dipertemukan sejak audisi The Dream Band di Jakarta. Produser (Dody-Kahitna) mengaudisi drummer, gitaris, bassis, vokalis dari kota Jakarta, dari peserta 400 orang vokalis menjadi 2 orang, 170 bassis menjadi 2 orang, ratusan gitaris menjadi 3 orang, ratusan drummer juga menjadi 2 orang dan dari 9 orang yang lolos audisi, dibentuk 2 band yaitu Kotak yg personilnya 4 orang, dan Lima yang personilnya 5 orang. Nama Kotak berarti 4 sisi dan 4 sudut yang bersatu menjadi bidang Kotak yang menggambarkan 4 orang yang berbeda karakter namun menjadi 1 dalam musik.
Tahun 2008, Kotak meluncurkan album kedua yang berisikan 12 track didalamnya. Mereka memang sudah dipersiapkan untuk kembali menggebrak musik Indonesia dengan warna musik yang beda. Idealis musik Rock mereka memang kental sekali di dalam album ini simak lagu yang sebagai single pertama di album ini Beraksi, dilanjutkan dengan Kosong Toejoeh gaharnya musik Rock memang sudah menjadikan identitas dari mereka namun ketika berpaling dengan track-track selanjutnya alunan kerasnya musik Rock dari Kotak berubah konstan dengan sedikit lembut. Jika single pertama bergenre rock abis, single kedua ini lebih slow.[1]

Selasa, 12 Januari 2010

_rOck 'n ActiOn_


Grup Band Kotak tengah mempersiapkan album ketiga. "Lagi jalan rekaman, sudah 50 persen," kata Vokalis Kotak Tantri di Studio RCTI, 12 Januari 2010.

Tantri menambahkan, untuk albumnya kali ini Pay BIP menjadi produser. Sementara untuk lagu-lagunya, setiap personil turut memberikan kontribusi.

Masih menggunakan konsep rock, Kotak banyak menggunakan referensi musik dari grup Green Day dalam album ini.

Album yang belum rampung tak mematahkan Kotak untuk mengeluarkan single. "Single kita yang terbaru "Pelan-pelan Saja" sudah rilis awal Januari ini," kata dia. Tantri menceritakan single-nya tersebut masih bertema cinta.

Terakhir, Kotak mengeluarkan album pada 2008 lalu, dengan judul "Kotak Kedua", dan mengusung musik modern rock. Album tersebut dipasarkan di Indonesia dan Malaysia.
Terima kasih atas perhatiannya, sLam bEraksI .....

_keEp rOck 'n ActiOn_

Selasa, 05 Januari 2010

KOTAK


Menyatukan empat orang dengan karakter musik berbeda tentu bukan perkara enteng. Apalagi jika mereka hanya diberi waktu sekitar dua pekan untuk saling beradaptasi. Tapi rupanya itu tak berlaku bagi Cella, Ices, Pare, dan Posan. "Tidak susah kami langsung menemukan chemistry," kata Cella, gitaris band Kotak.

Mereka dipertemukan dalam sebuah kompetisi band pada 2004. Pemenangnya dibagi dalam dua kelompok untuk masing-masing membentuk grup band. Kelompok pertama, yang terdiri atas empat orang, membentuk band dengan nama Kotak--yang artinya empat orang yang berbeda karakter bergabung dalam satu bidang: 4 sisi dan 4 sudut dalam 1 warna musik.
Dari sanalah Kotak terbentuk. Personel awal terdiri atas Cella (gitar), Ices (bas), Posan (drum), dan Pare (vokal). Pada 2007, Ices dan Pare keluar. Posisi mereka kemudian diisi Tantri pada vokal dan Cua sebagai pembetot bas. Warna musik Kotak banyak dipengaruhi oleh grup band Led Zeppelin, KoRn, God Bless, EdanE, BIP, Linkin Park, dan Alter Bridge.

Cella menuturkan tak gampang menyatukan kembali perbedaan warna musik dari dua personel yang baru masuk. Apalagi Cua, yang saat ini masih kuliah di London School and Public Relations, Jakarta, beraliran musik punk dan pop jazz
Meski begitu, tak sampai dua pekan mereka sudah menemukan chemistry kembali. Dan bergabungnya Tantri, sebagai vokalis, kian mengentalkan konsep musik Kotak yang mengusung aliran modern rock.

Sebenarnya Kotak tak terlalu fanatik dengan hanya mengusung modern rock. "Kami akan mengikuti kemauan pasar," ujar Posan. "Bisa saja nanti musik rock kami padukan dengan gamelan atau angklung. Kenapa tidak?" Cella, yang sudah mulai belajar musik rock sejak kelas VI sekolah dasar, menambahkan.

Mereka ingin membuktikan bahwa Kotak bukan sekadar band instan. Walau terbentuk dari sebuah ajang kompetisi, mereka tetap bisa berprestasi dan membuat sebuah musik rock yang berkualitas dan diterima masyarakat.
Selain itu, mereka tertantang untuk menepis anggapan masyarakat yang acap mengidentikkan musisi rock dengan hal-hal negatif. Mereka ingin membuka mata publik bahwa anak-anak band rock tak brutal, tak terlibat narkoba, tawuran, ataupun jadi playboy. Mereka juga bisa melakukan hal-hal yang positif.

"Kami ingin membuktikan, meski bertato, saya orangnya baik, tidak brutal," kata Posan, yang juga jebolan Universitas Gunadarma, Jakarta. Hal yang sama dilontarkan Cua. Dia bertekad menyelesaikan kuliahnya. "Dan membahagiakan keluarga," tutur gadis 21 tahun ini. Adapun Cella dan Tantri bercita-cita tetap eksis untuk mengembangkan musik rock.
_kEep rOck 'n aCtiOn_